Senin, 28 Oktober 2013

Pemerintah Spanyol

Pemerintah Spanyol, Senin (28/10/2013), menuntut penjelasan rinci Pemerintah AS terkait kabar media yang menyebut Badan Keamanan AS (NSA) menyadap alur komunikasi jutaan warga Spanyol.

Pemerintah Spanyol sudah mengirimkan pesan kepada Duta Besar AS James Costos, menuntut penjelasan detail alasan AS memata-matai komunikasi warga biasa hingga Kanselir Jerman Angela Merkel.

Kabar terbaru soal penyadapan AS ini muncul di saat delegasi Parlemen Eropa memulai kunjungannya ke Washington DC untuk mengetahui dampak penyadapan NSA terhadap hak mendasar warga Uni Eropa.

Delegasi Uni Eropa juga akan mendiskusikan ancaman penundaan kesepakatan antara Uni Eropa dan AS terkait saling tukar data-data perbankan.

Di Madrid, Kemenlu Spanyol menggelar pertemuan dengan para diplomat AS hanya beberapa jam setelah harian El Mundo memublikasikan dokumen rahasia yang menunjukkan NSA menyadap 60,5 juta pembicaraan telepon warga Spanyol hanya dalam kurun waktu satu bulan.

NSA, menurut El Mundo, mencatat asal dan tujuan pembicaraan telepon itu, tetapi tidak merekam isi percakapan. Harian itu menampilkan grafik yang menunjukkan banyaknya penyadapan selama 30 hari hingga 8 Januari 2013.

Menurut grafik yang ditampilkan El Mundo, penyadapan terbanyak adalah pada 11 Desember 2012 dengan 3,5 juta percakapan telepon.

Meski tak ditunjukkan dalam grafik, harian itu juga menyajikan penyadapan informasi digital atau metadata yang sangat besar. Penyadapan digital ini mencakup data personal, surat-surat elektronik, dan jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Artikel itu ditulis El Mundo bersama seorang bloger AS, Glenn Greenwald, yang mengaku memiliki akses ke dokumen rahasia yang diperoleh Edward Snowden.

Baca juga: Arti Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

0 komentar: